Lampion Kardus
Hai hai sahabat blogger gimmana kabarnya...sehat semua kan...
lama ga ngepost juga rupanya si firul ini
ya selain banyak kerjaan di dunia nyata, dan berbagai masalah memaksaku harus memilih mana yang terpenting.
Kali ini aku akan berbagi sedikit syair puisi yang tercermin dari kisah ku...
oke tanpa berlama - lama ini dia LAMPION KARDUS...
LAMPION KARDUS
Malam itu aku ingat...
Dengan rintik hujan mengguyur raga
Ku datang padamu dengan membawa tiga buah benda yang ku janjikan waktu itu
Tanpa kaupun tahu.
Malam itu aku ingat...
Kau datang menyambutku dengan simpul senyum mu
Dengan keadaan biasa saja dan ada bekan pulir nasi di bibir mu.
Malam itu aku ingat...
Kita berbagi cerita masing - msing
Dengan selingan candaan ringan
Yang tercipta kala ruang tamupun senyap.
Aku masih ingat...
Saat kau tinggal masuk kedalam rumah
Aku pun mengeluarkan tiga buah benda yang kubawa
Ku letakkan di atas meja ruang tamu untuk menyambutmu saat kau kembali.
Aku pun masih ingat...
Saat kulihat kejut diwajahmu kala kau melihat tiga buah benda yang ku janjikan padamu ada dalam pandanganmu waktu itu
Dengan segera terlukis senyum manis dibibir mu
"Terima Kasih", dengan senyum indah mu ku dengar kau berucap.
Aku masih ingat pula...
Sebelum kepulanganku, kau usap lembut wajahku dengan penuh kasih
Setidaknya itu yang kurasakan kala itu
Sekali lagi kau berucap "Terima Kasih", dengan kembali kau lemparkan senyum itu.
Tahukah kamu...?
Malam itu aku bahagia
Setidaknya dengan sebuah kesederhanaan, aku memiliki malam yang indah bersamamu.
Terima Kasih untukmu
My Little Angel...
#firul
Rasa Yang ...?
Rasanya sudah tak ada kata lagi yang bisa terucap untuk kisah ini. Kisah yang selalu sama terasa setiap kali ku pijakkan memori ini. Tak habis pikir dan tak bisa ku mengerti alur pikirmu. Setiap kali ku coba mengerti semakin jauh rasanya jawaban itu. Ingin rasanya lepas sejenak namun tak bisa. Setiap kali raga ini letih namun keyakinan selalu menguatkan tentang apa yang sedang ku daki. Bila saja kau tahu rasa ini, mungkin aku takkan sedalam ini larut dalam kehidupan yang tak asli lagi terasa. Apa salahnya jika saja kau perhatikan langkah ini, langkah yang selalu tertuju pada sosokmu dan kaupun semakin membayang.
Selepas dari kegalauan hati ini, ingin rasanya tak percaya lagi. Tak percaya dengan semua kata-kata indah yang terucap tersimbol "cinta". What the meaning this word...?, dan aku tak pernah menemukan tanda jawab darinya. Hanya saja hati ini lelah dan luluh oleh rasa yang semakin mendekap paksa, memaksaku untuk terus menari dalam alunan nada menjerat. aku bahkan tak mengerti sedang apa rasaku dalam kehidupanmu, tersampaikan kah...? atau hanya lalu lalang dalam bayanganmu hanya karna tak mampu bertahan dengan sikap yang kau tandakan.
Semua hanya angan kurasa agar kau mau mengerti diri ini. aku tak yakin mampu dan aku tak yakin bisa, namun entah mengapa enggan rasanya meninggalkan. Kamu yang selalu ada dalam setiap langkah, setiap doa dan waktu yang ku jalani, tak pernah ingin tahu tentang apa yang ku lakukan untuk semuanya. "apakah begitu pentingnya dirimu dalam kelanjutan aksiku...?", sampai sekarangpun aku tak mampu meyakinkan jawabanku sendiri, tiada opsi yang tergambar dalam setiap tanyaku.
#firul
JEJAK PATAH HATI
Inilah kita yang begitu jauh dari langit
Tampak seluruh dunia dan bagaimana kisah ini akan berakhir
Melewati salju dan gunung lunak yang pernah kita daki
Kini kita telah menemukan cahaya yang akan menuntun kita hingga berakhir
Tampak seluruh dunia dan bagaimana kisah ini akan berakhir
Melewati salju dan gunung lunak yang pernah kita daki
Kini kita telah menemukan cahaya yang akan menuntun kita hingga berakhir
Melewati curahan hujan yang telah kita lewati jauh dan luas
Dan melewati kegelapan yang tergelap
Dan melewati kegelapan yang tergelap
Bintang di langit yang bersinar terang
Melewati matahari dan hujan musim dingin yang akan turun
Semua hidup kita yang telah kita nantikan demi sebuah tanda panggilan
Kita berjalan bergandengan di dalam mimpi dan waktu yang abadi
Bagaimana kita tahu ketika kita telah meninggalkan hidup ini?
Semua hidup kita yang telah kita nantikan demi sebuah tanda panggilan
Kita berjalan bergandengan di dalam mimpi dan waktu yang abadi
Bagaimana kita tahu ketika kita telah meninggalkan hidup ini?
Menatap hidup dengan mataku
Benci, Ketakutan, dan Luka
Ada perasaan yang terkubur di dalam ketika hati dalam kegagalan
Benci, Ketakutan, dan Luka
Ada perasaan yang terkubur di dalam ketika hati dalam kegagalan
Terbang jauh melewati Jalan Sunyi di masa lalu
Tutup mata kita untuk melihat cahaya di hari yang paling cerah
Dan kita akan kesepian ketika waktu tak bisa menyembuhkan
Dengan jejak hati yang terluka kini terbang bebas
Tutup mata kita untuk melihat cahaya di hari yang paling cerah
Dan kita akan kesepian ketika waktu tak bisa menyembuhkan
Dengan jejak hati yang terluka kini terbang bebas
Sekali lagi kita melewati jalan sunyi ini
Ada waktu yang kita sebrangi melalui hujan dan dingin
Kita tersesat di dalam kenangan yang telah kita lupakan
Bermimpi lagi, jeritan rasa sakit yang tiada akhir
Ada waktu yang kita sebrangi melalui hujan dan dingin
Kita tersesat di dalam kenangan yang telah kita lupakan
Bermimpi lagi, jeritan rasa sakit yang tiada akhir
Hidup dipenuhi dengan kekosongan
Rasa takut itu kembali lagi
Mencari keabadian yang tak dapat kau lihat
Tenggelamkan pikiranmu ke dalam rasa sakit
Godaan terakhir akan tersisa untukku
Ketika aku melihat air mata yang kau jatuhkan
Ketika aku mendengar kebohongan yang kau ucapkan
Ketika aku melihat ciptaanmu yang gagal di mataku
Apakah ini alasan atas semuanya?
Ketika aku melihat air mata yang kau jatuhkan
Ketika aku mendengar kebohongan yang kau ucapkan
Ketika aku melihat ciptaanmu yang gagal di mataku
Apakah ini alasan atas semuanya?
Ku tak tahu tentang semuanya
Semua terjadi tanpa jejak
Dan berlalu tanpa kata terucap
Dengan jejak hati yang terluka kini terbang bebas
Dengan jejak hati yang terluka kini terbang bebas
Sajak...#2
KU MASIH DI SINI
Ku terduduk
Sendiri disini
Menatap luas arah angin berlari
Ku menunggu
Datangnya kabar angin menari
Hadirmu disini
Saat sepi merayap menepi
Aku tahu
Aku hanyalah setumpuk ranting
Yang perlahan kering lapuk terurai musim
Aku sadar
Bukan apa apa bagimu disana
Bagai hembus angin lalu
Yang melewati arus waktu merambat
Namun aku disini
Masih disini
Persetan dengan gemuruh raguku
Masih disini
Menanti hari bahagia hadirmu disisi
Firul…_
Sajak...#1
W A K T U
Waktu…
Waktu ku
Waktu mu
Tak lagi
mampu
Menyatu…
Temukan
Sang waktu
Kita berdua…
Hanya satu
inginku
Hanya satu
pintaku
Dengarkanlah
kasih ku
Ku ingin
dekat mu
Bersama…
Habiskan
waktu
Mengertilah
sang waktu
Ku ingin
bersanding
Berdua…
Sebelum
waktu
Memisahkan…
Jarak kau
dan aku
Hanya satu
inginku
Hanya satu
pintaku
Inginku
jalani waktu bersamamu
Walau
sejenak dan sirna
Firul…_
TERUNTUK DIRIMU..._#5
Yang selalu hadir dalam langkah ini
Langkah yang selalu menuntunku dalam kesunyian
Tenggelamkan aku dalam lautan kerinduan
Jauh dalam dasar palung nestapa
Ingin ku katakana padamu wahai kasih
Suatu kata melukiskan resah ku
Suatu kata yang membekaskan rinduku
Suatu isyarat yang sunyi
Dapatkah kau mendengar kasih…?
Sanggupkah kau membacanya kasih…?
Mampukah kau memahami kasih…?
Setiap rindu yang tertimbun
Setiap kasih yang mengalir
Setiap rasa yang tergaris
Hanya padamu…
Tak tahu kemana perginya
Tak terlihat kemana lenyapnya
Bahkan tak terbekas jejaknya
Setiap kasih yang kau beri
Setiap rasa yang kau tuang
Setiap rindu yang kau sampaikan
Dulu…
Setiap detik selalu saja bayangmu
Setiap menit selalu tentangmu
Setiap jam selalu bekasmu
Dan setiap hari selalu dirimu
Dirimu yang selalu ku rindukan
Kehadiranmu yang selalu ku nantikan
Dalam singgasana kangenku
Mengertilah…
Pahamilah…
Resapilah…
Aku disini menginginkan hadirmu
Dalam jengkal kesunyian yang menyesatkan ku
Teruntuk dirimu…
Aku rindu…
End…_
Tenggelamkan aku dalam lautan kerinduan
Jauh dalam dasar palung nestapa
Ingin ku katakana padamu wahai kasih
Suatu kata melukiskan resah ku
Suatu kata yang membekaskan rinduku
Suatu isyarat yang sunyi
Dapatkah kau mendengar kasih…?
Sanggupkah kau membacanya kasih…?
Mampukah kau memahami kasih…?
Setiap rindu yang tertimbun
Setiap kasih yang mengalir
Setiap rasa yang tergaris
Hanya padamu…
Tak tahu kemana perginya
Tak terlihat kemana lenyapnya
Bahkan tak terbekas jejaknya
Setiap kasih yang kau beri
Setiap rasa yang kau tuang
Setiap rindu yang kau sampaikan
Dulu…
Setiap detik selalu saja bayangmu
Setiap menit selalu tentangmu
Setiap jam selalu bekasmu
Dan setiap hari selalu dirimu
Dirimu yang selalu ku rindukan
Kehadiranmu yang selalu ku nantikan
Dalam singgasana kangenku
Mengertilah…
Pahamilah…
Resapilah…
Aku disini menginginkan hadirmu
Dalam jengkal kesunyian yang menyesatkan ku
Teruntuk dirimu…
Aku rindu…
End…_
TERUNTUK DIRIMU..._#4
Teruntuk dirimu…
Tak pernah lelah ku mencari
Tak pernah henti ku salami
Sesulit apa perasaan yang kau rasa
Sedalam apa hati yang kau tanam
Aku tak pernah letih tuk menggali
Sesuatu yang selalu membayang
Walau tak pasti…
Ku terus saja masuk dalam dimensi mu
Terus dan terus mendalam
Dalam…
Dalam…
Semakin dalam
Tenggelam sebuah tanya
Tergenang sebuah harapan
Aku tak tahu
Tak tahu harus bagaimana langkah ini
Sejenak saja ku terdiam
Sebentar saja ku terpaku
Rindu yang semakin rindu
Kangen yang begitu kangen
Menggunung tanpa bukit terbentuk
Tak tahu akan ku kemanakan
Tak tahu pada siapa kan ku sampaikan
Serasa dirimu semakin menjauh
Menjauh pergi dari pandanganku
Walau nyata kau tak pernah beranjak
Dengan cara apa ku bisa katakana
Dengan bagaimana ku bisa sampaikan
Hati ingin sederhana saja
Namun…sulit tuk bergerak
Ajari aku…tolong…
Carakan aku mengenalmu
Memahami zat mu yang selalu saja melambaikan rasa
Aku kacau tanpa mu
Kan sangat kacau bila tak ku dengar tentangmu
Terlihat bodoh ku tersudut
Dalam kotak rasa yang semakin maya
Aku hanya ingin kau tahu
Teruntuk dirimu…
Aku menanti…
Sesuatu yang selalu membayang
Walau tak pasti…
Ku terus saja masuk dalam dimensi mu
Terus dan terus mendalam
Dalam…
Dalam…
Semakin dalam
Tenggelam sebuah tanya
Tergenang sebuah harapan
Aku tak tahu
Tak tahu harus bagaimana langkah ini
Sejenak saja ku terdiam
Sebentar saja ku terpaku
Rindu yang semakin rindu
Kangen yang begitu kangen
Menggunung tanpa bukit terbentuk
Tak tahu akan ku kemanakan
Tak tahu pada siapa kan ku sampaikan
Serasa dirimu semakin menjauh
Menjauh pergi dari pandanganku
Walau nyata kau tak pernah beranjak
Dengan cara apa ku bisa katakana
Dengan bagaimana ku bisa sampaikan
Hati ingin sederhana saja
Namun…sulit tuk bergerak
Ajari aku…tolong…
Carakan aku mengenalmu
Memahami zat mu yang selalu saja melambaikan rasa
Aku kacau tanpa mu
Kan sangat kacau bila tak ku dengar tentangmu
Terlihat bodoh ku tersudut
Dalam kotak rasa yang semakin maya
Aku hanya ingin kau tahu
Teruntuk dirimu…
Aku menanti…
To be Continued…_
SEKILAS KATA KU
Hai pembaca blog yang masih setia pantengin layar di firulngeblog.blogspot.com
Ya...walupun isinya ngga penting-penting banget sih
Namun inilah isinya yang kebanyakan Gelisah dan Galau....yah itu memang kehidupan yang aku alami....
Okey,,,kali ini saya akan share sedikit kata-kata yang ingin aku tuangkan dalam blog ini...
Langsung saja yah....
Jangan berusaha untuk di kejar
Karena itu tidak formal
Berhentilah dan temukan arti
Bersama dengan sebuah pengertian
Jika ia tak memasang dirimu dalam sosmed
Mungkin ada alasan yang lain
Karna kamu bukan sebuah pajangan
Atau memang kamu bukan masuk dalam daftar prioritasnya
Dalam hidup, kita dapat mengerti sebuah arti
Arti untuk kehidupan yang bisa saja menyenangkan
Namun percayalah
Semua kan tetap terjawab walupun menyakitkan
Sejak kecil aku suka main layangan
Namun setelah dewasa aku tak ingin lagi
Bukan karna terlihat seperti anak kecil
Namun aku tahu sakitnya ditarik ulur
Aku juga hobi memancing
Namun lama kelamaan aku bosan
Bukan karna tak dapat ikan
Tapi aku sadar betapa lelahnya menunggu yang tak pasti
Aku tahu
Jemuran itu telah kering maka aku angkat agar tak tergantung
Karna aku tahu
Sakitnya di gantungin terus
Jangan pernah mengeluh akan suatu hal
Yang mungkin sedang kau cari
Karna kau akan merasakan
Nikmatnya sebuah perjuangan
Itulah sedikit kata-kata yang mampu aku share hari ini
Terus pantengin dan tunggu nada yang terbaru dari firulngrblog.blogspot.com ini ya
Thank's...
Ucapan Kekesalan
Selamat sore semuanya...
Sedikit kata disore ini
Sore yang penuh dengan ketenangan
Kedamaian dan ngga ketinggalan kesepian juga
Yah kesepian....
Sesaat keramaian datang dan lekas pergi sekejap
Datang penuh harap dan pergi tinggalkan sunyi
Aku sebenarnya tak suka kesepian, namun situasi yang membuatku terbenam dan perlahan menikmatinya
Hmmmmm....kesal juga tiap hari harus merasa seperti terkurung dalam penjara sepi
Harapkan hanya satu saja tak usah semua....mampu mengerti dan pahami
Selama pencarianku tak kunjung ku temui, sampai detik ini
Aku berfikir, sebegitu susahkah untuk memahamiku...?
Kadang muak benci kesal dengan keadaan ini, namun harus tetap ku jalani...
Aku adalah materi yang tak butuh waktu lama untuk memahami orang lain, tapi mengapa tidak dengan mereka yg aku mengertikan kondisinya...?
Bertanya dan terus bertanya dalam langkah yg semakin rapuh
Capek...capek sekali rasanya...
Lelah dan begitu lelah rasaku
Andai saja....
Aaaaa....sudahlah, rasanya tak kan ada yg mampu mengerti....
READ MORE - Ucapan Kekesalan
Sedikit kata disore ini
Sore yang penuh dengan ketenangan
Kedamaian dan ngga ketinggalan kesepian juga
Yah kesepian....
Sesaat keramaian datang dan lekas pergi sekejap
Datang penuh harap dan pergi tinggalkan sunyi
Aku sebenarnya tak suka kesepian, namun situasi yang membuatku terbenam dan perlahan menikmatinya
Hmmmmm....kesal juga tiap hari harus merasa seperti terkurung dalam penjara sepi
Harapkan hanya satu saja tak usah semua....mampu mengerti dan pahami
Selama pencarianku tak kunjung ku temui, sampai detik ini
Aku berfikir, sebegitu susahkah untuk memahamiku...?
Kadang muak benci kesal dengan keadaan ini, namun harus tetap ku jalani...
Aku adalah materi yang tak butuh waktu lama untuk memahami orang lain, tapi mengapa tidak dengan mereka yg aku mengertikan kondisinya...?
Bertanya dan terus bertanya dalam langkah yg semakin rapuh
Capek...capek sekali rasanya...
Lelah dan begitu lelah rasaku
Andai saja....
Aaaaa....sudahlah, rasanya tak kan ada yg mampu mengerti....
TERUNTUK DIRIMU..._#3
Tengah malam yang beranjak sunyi
Tinggalkan sepercik tanya dalam hati
Dalamkan sunyi sepi menerpa
Tanggalkan semua anganku tentang semua rasa
Rasa yang perlahan terkikis
Oleh waktu yang semakin sirna
Tak tahu ku berjalan
Tak pasti ku melangkah
Semua masih sama tanpa perubahan
Bulan bintang mulai pancarkan sinar indahnya
Di tengah malam yang makin bercahaya
Terjaga aku dalam sebuah media
Media tiga dimensi yang mengekang
Sungguh sungguh mengikat
Hingga ku tak mampu beranjak
Walaupun mati rasaku
Walaupun mati dalam hidup
Rasaku tetap utuh padamu
Malam semakin larut
Berganti waktu menjelang fajar
Rintik kristal air mulai meradang malam
Malam yang awalnya indah berubah kelabu
Seiring rinduku yang semakin menggunung
Rindukah dirimu selalu
Terfikirkah olehmu melangkah
Terjalinkah hatimu dalam sukma
Aku tak pernah tahu
Karna bagiku itu rahasiamu
Rahasia yang tak seorangpun tahu termasuk diriku
Dalam sukma menjelang rapuh
Ku sandarkan raga dalam harapan yang masih melekat
Teruntuk dirimu…
Jangan tanya mengapa
Karna belum ku temukan jawabnya…
To be
Continued…_
Mom's Day
Sedikit kata untuk hari ini
Sedikit ucapan untuk waktu ini
Waktu yang bahkan belum cukup
Melukiskan kisahnya
Yang begitu erat bertahan
Memperjuangkan kasih sayangnya
Teriris luka tak mampu menangis
Tersakiti mampu menahan
Engkau slalu membalas senyuman mu untuk ku
walaupun rasa sakit itu pedih
Kau slalu menyembunyikan dari ku.
Engkau kuat. Sabar. Dan tegar
Tak ada yg mampu mengalahkan kehebatan mu
Dialah ibuku. Ibu yg telah melahirkan ku. Dan merawat ku
Hingga aku sudah dewasa
Ibu ....
Engkau nafas ku
Engkau rintihan jiwa ku
Engkau adalah batinku
Terima kasih ibu atas semua yg kau perjuangkan selama ini demi ku
I love you mom
READ MORE - Mom's Day
Sedikit ucapan untuk waktu ini
Waktu yang bahkan belum cukup
Melukiskan kisahnya
Yang begitu erat bertahan
Memperjuangkan kasih sayangnya
Teriris luka tak mampu menangis
Tersakiti mampu menahan
Engkau slalu membalas senyuman mu untuk ku
walaupun rasa sakit itu pedih
Kau slalu menyembunyikan dari ku.
Engkau kuat. Sabar. Dan tegar
Tak ada yg mampu mengalahkan kehebatan mu
Dialah ibuku. Ibu yg telah melahirkan ku. Dan merawat ku
Hingga aku sudah dewasa
Ibu ....
Engkau nafas ku
Engkau rintihan jiwa ku
Engkau adalah batinku
Terima kasih ibu atas semua yg kau perjuangkan selama ini demi ku
I love you mom
TERUNTUK DIRIMU…_#2
Teruntuk
dirimu…
Yang
selalu singgah dalam sanggar nurani
Tak
terelakan jika semua terjadi
Tak
terbendung sudah tumpah
Semua
rasa yang teramat sangat dalam
Pada
relung
Pada
palung batinmu
Mungkin…
Tak
berarti bagimu
Tak
berharga bagimu
Tak nyata
bangimu
Namun…
Semua
telah terlanjur terlukis dalam kanvas angin
Yang
perlahan menghantarkan lukisan hati
Pada
dirimu
Meski kau
tak perduli
Meski kau
tak sadari
Meski kau
menyangkal
Tak dapat
ku sangsikan
Sukma ini
telah bersemayam jauh dalam kasihmu
Aku tak
pernah berfikir ini bodoh atau nalar
Masuk
akal atau tidak
Nyata
atau maya
Atau hal
baik dan buruk lainnya yang saling bertentangan
Aku tak
pernah berakal seperti itu
Yang
kurasa dan ku tahu…
Inilah
naluriku…
Untuk
bersandar selalu pada tiang langit
Yakinkan
selalu untuk merasa berarti
Dalam
kehidupan yang tak lagi sama
Sedalam
apa kau tusuk
Selebar
apa kau gores
Sebesar
apa kau sakiti
Aku
takkan merasakan hal itu
Karena
setiap kali tanpa kau sadari
Kau
melakukannya
Aku tak
merasakan semua itu
Hanya
satu hal yang terasa
Aku sunyi
tanpamu
Teruntuk
dirimu
Yang
selalu mendekap rinduku dalam kalbu
_..To be Continued
TERUNTUK DIRIMU…_#1
Bulan purnama dalam deras
Yang selalu bersemi dalam gelap
Terus memikat dan kau tinggalkan
Tak ada satupun niat untuk membuatmu kecewa
Hanya saja aku selalu kacau bila tak ada kamu
Aku mungkin bukan apa-apa
Dan terlebih bukan siapa-siapa
Namun…
Semua tak pernah ku pastikan
Mengapa aku begini
Semua terjadi di alam fana yang berhembus mesra
Mengalir ke dunia nyata
Aku tak tahu arti apa aku bagimu
Dalam hati bertanya benarkah ini sosokmu
Yang selama ini ku damba
Benarkah ini dirimu yang selalu ku rindu
Benarkah semua ini bayangmu
Yang selalu mendampingi mimpiku
Hati serasa kehilangan namun tak pernah memiliki
Itulah rasaku teruntuk dirimu
Tak bisa ku sangkal
Tak bisa berdalih dari semua tragedi yang ada
Hanya bisa bertahan bersabar
Menerjang batu karang di tengah samudra
Hingga akhirnya terkikis dan luntur
Dalam lautan kesabaranku
Ini mulutku yang bercakap
Ini hatiku yang merasa
Ini ‘ruh’ ku yang masih tetap menemani
Raga yang kian rapuh terkikis sunyi
_..To be Continued
Hari Sabtu
MENJELANG SABTU MALAM
READ MORE - Hari Sabtu
Suasana siang yang mulai tertutup awan
mendung, paling cocok buat ngopi sambil santai dan pastinya sambil bikin
artikel tulisan tentang keseharian kita semua. Sejenak lupakan tugas
keseharian yang memang sering kali
menyudutkan pikiran kita ke suatu kotak yang semakin mendesak untuk di
selesaikan. Dan kali ini aku akan membahas suatu hal yang memang selalu membuat
kita semua merasa bingung dan kesal, yah terutama untuk aku sendiri.
Hmmmmm apa ya…? Pernah nggak sih
kalian merasa sangat tak di anggap dan menjadi korban cuek dari orang yang kita
anggap penting…?, ya misal dari segi keluarga, sahabat atau bahkan dari orang
yang selalu saja terbayang dalam pikiran kita. Kesel juga sih jika semua yang
kita lakukan tak pernah ada tanggapan sama sekali dan akhirnya berlalu begitu
saja tanpa bekas. Tapi kita tak bosannya melakukan semua itu hanya untuk
membuat hal tersebut memperhatikan kita, ya agak kurang adil dan terkesan
sedikit memaksa serta naïf juga sih, pasalnya kenapa kita harus susah payah
berbuat suatu hal yang pada akhirnya kita sendiri tahu bahwa itu suatu hal yang
sia-sia saja. Pada dasarnya semua tak ada yang sia-sia sih, ya tergantung diri
kita yang menyikapinya, yang penting semua itu jangan terbawa dengan kata emosi
yang dapat menghancurkan segalanya, keep calm guys.
Seperti yang ku alami saat ini, selalu
dikesampingkan dan itupun berlangsung dan terus berlangsung layaknya air
dilautan yang terus bergelombang, kadang tinggi kadang rendah terkadang juga
sangat tenang. Hmmmmm capek juga rasanya, bukan menyalahkan keadaan sih memang
aku nya yang ga terlalu bisa akrab dengan suasana kehidupan, sulit beradaptasi
dan selalu menuju pada sudut pandang kesepian. Aku tak meminta banyak
sebenarnya, hanya satu hal yang aku ingin ada yang bisa mengerti tentang
suasana harian ku, nggak perlu banyak cukup satu orang saja itu dah lebih
bagiku. Memang terdengar memaksa sih, tapi itulah sebuah keinginan ku yang
sampai saat ini belum tersampaikan dan terbilang jadi. Sampai detik ini aku
masih mencari dan terus mencari, tanpa lelah ku berhenti mencari sebuah kata
yang mampu menjawab semua resahku. Yah mungkin saja belum waktunya aku mendapat
jawaban pasti itu, namun setidaknya aku telah berjuang mendapatkan apa yang aku
ingin. Ehhh…tunggu dulu, sebenarnya tulisan ini mengarah kemana sih…?(merunduk
bingung), Hahaha…bingung ya…? Orang yang ngetik aja lagi pusing apalagi hasil
ketikanya…hahahahaha :-D.
Hari sudah berganti lagi pada nama
yang menunjukan sebuah hari dimana para
pemuda kebanyakan melancarkan harinya bersama orang yang disayang, yah hari
Sabtu. Berbeda denganku yang selalu saja melaluinya dengan hal yang terkesan
jadul, yah hanya duduk duduk rapi di sebuah tempat yang selama ini memenjarakan
aku, bukan tak punya yang disayang, namun memang tak pernah ada kegiatan,
palingan juga diem, gitaran, ngopi, tiduran dan nonton film lewat jendela
laptop atau komputer. Sebenernya sih kalau rencana juga ada, namun susah
terealisasikan. Itulah sebabnya selalu sama saja dan tak ada yang berubah pada
hari itu tiba. Kalu menyedihkan sih nggak ya, cuma ngga ada variasi saja, yah
gitu gitu aja. Sebenernya ga masalah juga dan ngga begitu berpengaruh besar
jika kita semua melakukan hal atau tidak
dihari itu. Yang penting tetap merasa enjoy nyaman, itu yang terpenting.
Terbilang sederhana atau ngga punya
modal terserah kalian yang menilai. Lebih sering kulakukan setiap harinya
dengan bersantai apalagi pas sabtu malam begini, yah nanti malam maksudnya. Dengan
membuat suatu acara ngopi bareng dengan satu atau dua teman juga ga masalah,
toh biasanya juga sendirian, hanya dengan bermodal gelas, air panas, gula,
camilan seadanya dan dua atau tiga kopi sachet yang hanya tiga ribu rupiah,
sudah cukup untuk bersantai dengan sejumlah sahabat atau orang yang ada di
dekat kita, sambil ngobrol ngalor ngidul atau
bermain gitar, rasanya sudah cukup kalau bagi saya untuk bersantai, ngga tahu
kalau bagi kalian. Yah setiap orang kan punya cara masing-masing untuk mengisi
akhir pecan mereka. Inti dari semuanya adalah sebuah kenyamanan dan kedamain
setelah beberapa hari ditekan dengan tugas-tugas yang ngga penting dan belum
lagi tugas kehidupan yang selalu saja membuat lipatan otak kita bekerja lima
kali lebih keras dari biasanya.
Bagi yang jomblo mungkin kebanyakan
dari kalian berbuat hal yang sama dengan apa yang aku ketikkan diatas tadi,
tapi mungkin beda dengan orang yang sudah laku,
pasti mereka sudah mempunyai suatu rencana yang pasti akan dilakukan berdua
dengan yang terkasih, atau mungkin sama juga dengan hal yang biasa aku lakukan,
lantaran ngga punya modal atau nggak dibolehin keluar sama ortu , atau mungkin
juga lagi ada yang LDR dengan kekasihnya. Yah memang suasana tak selalu sama
dengan apa yang kita rencanakan, kita sudah membuat suatu acara sedemikian rupa
tapi ada saja kendala yang nyangkut ikut nimbrung dalam rangkaian rencana,
entah hujan, atau tersandung dengan berbagai alasan yang ngga bisa
ditinggalkan, alasan yang paling
mendadak itulah yang mengerikan. Selama kita masih punya naluri dan nggak
buntu, kita bisa kok buat hari yang gagal menjadi suatu yang di luar dari
keberhasilan, tergantung kreatif pikiran kita juga sih.
Yang
saya tekankan, jangan berhenti apalagi mundur pada satu rencana atau titik dan
terpaku terus sambil berpikir bagaimana bisa terlaksana bila rencana itu gagal.
Ganti dengan pikiran yang lainya, yang pasti dengan hal positif ya, jangan berlampiaskan pada rumah orang yang
kalian bakar, hahahahahha, bisa lain cerita nanti.
Sebernarnya masih banyak yang ingin aku
bagi dengan kalian semua, tapi aku dah kehabisan kata-kata nih, mau ngomong
gimana lagi juga bingung, hehehe wajar orang tua labil. Yang terpenting jalani
harimu apalagi hari yang seperti sekarang dengan real original cara kalian
sendiri, pasti akan lebih berkesan dan nyaman.
__SELAMAT HARI SABTU MALAM NANTI__
Langganan:
Postingan (Atom)












